Senin, 12 Desember 2016

My Second Poem



Aku 

Aku, yang  aku
Wanita miskin tanpa hati
Tiada dapat ku torehkan, secarik kertas putih tetap putih
Bising otakku penuh caci, sampai suara hati tak dengar lagi
Buruknya aku di hadapanmu Tuhan
Inilah aku yang di-aku-aku
Ataukah aku yang ter-aku

Ini celaku
Aku dan keakuanku
Congkak menantang langit
Konyol! ketika kusadari ke-akuanku
Bodohny aku ketika tersungkur
Dan hinanya aku yang tak bisa berdiri atas congkakku

Tuhan
Ini aku dan ke-akuanku
Sekali lagi (lagi, lagi dan lagi..) kabulkan keegoisanku
Untuk tetap berdiri dan tinggi
Tanpa harus tersungkur ataupun mundur
Tanpa harus ku tanggung congkakku
Tanpa harus silau kemilau godaan

My First Poem



Terlalu Bodoh kah Aku?

Terlalu bodoh kah aku?
Saat anak adam berseru meminta tolong
Setelah ku tolong mereka tertawa
Terlalu bodoh kah aku?
Saat aku disuruh mengerjakan pe-er teman ku, aku menyanggupinya dengan senang hati
Selisih beberpa jam ia mengolok-olok ku
Terlalu bodoh kah aku?
Saat ujian aku memberian kertas jawabanku pada teman di depan bangku ku
Dalam rentan waktu yang tidak lama dia mengacuhkan ku seakan sebelumnya tak terjadi apa-apa

My Poetry



 Poetry

Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita belajar bersama
Di tepi kali saya menyinggah
 
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat
Buah berangan dari Jawa


Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan
Bunga mawar bunga melati


Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya
Ada ubi ada talas


Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana
Sebab mulut badan merana