Aku
Aku,
yang aku
Wanita
miskin tanpa hati
Tiada
dapat ku torehkan, secarik kertas putih tetap putih
Bising
otakku penuh caci, sampai suara hati tak dengar lagi
Buruknya
aku di hadapanmu Tuhan
Inilah aku
yang di-aku-aku
Ataukah
aku yang ter-aku
Ini celaku
Aku dan
keakuanku
Congkak
menantang langit
Konyol!
ketika kusadari ke-akuanku
Bodohny
aku ketika tersungkur
Dan
hinanya aku yang tak bisa berdiri atas congkakku
Tuhan
Ini aku
dan ke-akuanku
Sekali
lagi (lagi, lagi dan lagi..) kabulkan keegoisanku
Untuk
tetap berdiri dan tinggi
Tanpa
harus tersungkur ataupun mundur
Tanpa
harus ku tanggung congkakku
Tanpa
harus silau kemilau godaan